Kabar Bantaeng– Pemerintah Kabupaten Bantaeng kembali melahirkan terobosan baru dalam upaya memperkuat kemandirian daerah di bidang pangan. Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin, meresmikan Sekolah Berbasis Ketahanan Pangan Lokal yang dirangkaikan dengan kegiatan Kemah Pemimpin Pembelajaran. Acara tersebut digelar di halaman SMP Negeri 1 Eremerasa, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, dengan tema “Memimpin Pembelajaran, Menguatkan Pangan Lokal.”
Pendidikan yang Terintegrasi dengan Kearifan Lokal
Peluncuran sekolah ini bukan sekadar program seremonial, tetapi sebuah langkah strategis untuk menjadikan pendidikan sebagai pintu masuk memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal. Para kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Bantaeng terlibat langsung dalam kegiatan ini.
“Sekolah harus menjadi ruang belajar yang tidak hanya mendidik anak-anak secara akademis, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya pangan lokal sebagai kekuatan ekonomi sekaligus identitas daerah,” ujar Bupati Bantaeng dalam sambutannya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Momentum peresmian ini semakin bermakna dengan digelarnya penandatanganan naskah kesepakatan bersama lintas sektor. Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah instansi, antara lain:
-
Dinas Pertanian Bantaeng
-
Dinas Ketahanan Pangan
-
Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan
-
Dinas Perikanan dan Kelautan
-
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
-
Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian
-
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan lahir program nyata di sekolah, mulai dari kurikulum berbasis pangan lokal, pengembangan kebun sekolah, hingga kegiatan kewirausahaan siswa yang mengangkat produk pertanian dan perikanan khas Bantaeng.
Kemah Pemimpin Pembelajaran

Baca Juga: Gunya Paramashukaputri Tegaskan Komitmen Hadirkan Posyandu 6 Layanan SPM di Bantaeng
Rangkaian acara juga diisi dengan Kemah Pemimpin Pembelajaran, sebuah forum yang mempertemukan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Kegiatan ini melatih kepala sekolah dan guru untuk menjadi pemimpin perubahan, tidak hanya di kelas tetapi juga di lingkungan masyarakat.
Melalui kemah ini, para pendidik didorong untuk lebih kreatif mengintegrasikan materi pembelajaran dengan potensi lokal. Misalnya, guru IPA bisa mengajarkan biologi melalui pengamatan tanaman lokal, guru IPS membahas dinamika perdagangan hasil tani, atau guru matematika mengajak siswa menghitung hasil panen dan biaya produksi.
Harapan Jangka Panjang
Peluncuran Sekolah Ketahanan Pangan Lokal diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang:
-
Cinta dan bangga pada pangan lokal Bantaeng
-
Memiliki keterampilan praktis dalam pengolahan hasil bumi
-
Siap menjadi wirausaha muda di sektor pertanian, perikanan, dan pangan
-
Mendukung terwujudnya kemandirian pangan daerah sekaligus memperkuat ekonomi keluarga
“Dengan keterlibatan dunia pendidikan, kami optimis bahwa ketahanan pangan bukan hanya jargon, tetapi benar-benar tumbuh menjadi budaya masyarakat Bantaeng,” tutur Bupati.




