Kabar Bantaeng– Kontingen Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Pinrang resmi dilepas untuk mengikuti Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) yang akan berlangsung di Kabupaten Bantaeng pada 1–5 Oktober 2025. Pelepasan kontingen dilakukan di kantor Bupati Pinrang pada Ahad sore, 28 September, dengan suasana penuh semangat dan optimisme.
Acara pelepasan dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pinrang, H. Andi Tjaco Karrang, Wakil Ketua KONI Pinrang, H. Andi Pabiseangi, Ketua PGRI Pinrang, Drs. Darmin, serta jajaran pengurus FOPI Pinrang. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bentuk dukungan moral yang besar bagi para atlet yang akan bertanding membawa nama daerah.
Optimisme dari Pemerintah Daerah
Dalam sambutannya, Sekda Pinrang menyampaikan harapan dan keyakinan bahwa cabang olahraga petanque, meski masih tergolong baru, memiliki potensi besar untuk mencatatkan prestasi. “Kami selalu optimis cabang olahraga petanque dapat mengharumkan nama baik Kabupaten Pinrang,” ujar Andi Tjaco. Ia menambahkan, pemerintah daerah terus memberikan doa dan dukungan penuh agar kontingen FOPI Pinrang dapat menorehkan pencapaian yang membanggakan. “Semoga di Bantaeng nanti, prestasi yang diraih bisa membawa kebanggaan bagi kita semua,” tegasnya.
FOPI Pinrang Turun di 11 Kategori

Baca Juga: Duka Mendalam Kakak Beradik Korban Laka Lantas di Bantaeng Berpulang
Ketua FOPI Pinrang, Ilwan Sugianto, menjelaskan bahwa kontingen akan berlaga di 11 kategori pertandingan. Meski demikian, pihaknya tidak memberikan target khusus terkait jumlah medali yang harus diraih. “Kontingen FOPI Pinrang tidak memberikan target medali. Yang terpenting, kami optimis juara dan semua atlet bisa lolos ke Porda (Pekan Olahraga Daerah) di Bone dan Wajo mendatang,” jelas Ilwan. Menurutnya, filosofi ini menjadi kunci agar para atlet tidak terbebani secara mental, melainkan bisa fokus menampilkan performa terbaik di lapangan.
Petanque sendiri merupakan cabang olahraga yang baru berkembang di Indonesia, termasuk di Pinrang. Meski begitu, antusiasme masyarakat dan dukungan pemerintah daerah membuat olahraga ini semakin dikenal dan digemari.
Dengan menurunkan atlet di berbagai kategori, FOPI Pinrang ingin menjadikan Pra Porprov sebagai ajang pembuktian sekaligus pemanasan sebelum tampil di ajang Porda yang levelnya lebih tinggi. Strategi tanpa target medali ini diharapkan membuat para atlet tampil lepas, namun tetap kompetitif.








